Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nilai Filosofi Rumah Sasak

Rumah mempunyai posisi penting dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai tempat individu dan keluarganya berlindung secara jasmani dan memenuhi kebutuhan spiritualnya. Memperhatikan bangunan rumah adat secara seksama, maka kita akan menemukan bahwa rumah adat dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal masyarakat,

Seperti halnya rumah tradisional suku jawa di jogja yaitu rumah joglo  dan juga suku Sasak dusun Sade di Lombok yaitu rumh sasak. Rumah adat yang dingunakan sebagai tempat tinggal dan juga tempat penyelenggaraan ritual adat dan ritual keagamaan. Ada delapan nilai-nilai filosofi dan religi arsitektur yang terdapat di dalam rumah adat Sasak yaitu:

1. Rumah Adat

Bentuk rumah tradisional Lombok berkembang saat pemerintahan kerajaan Karang Asem (abad 17), dimana arsitektur Lombok dikawinkan dengan arsitektur Bali. Selain sebagai tempat berlindung, rumah juga memiliki nilai estetika, filosofi dan kehidupan sederhana para penduduk di masa lampau yang mengandalkan sumber daya alam sebagai tambang nafkah harian, sekaligus sebagai bahan pembangunan rumah.

Rumah adat sasak Sumber:https://parenting.dream.co.id/


Pada dasarnya rumah adat Sasak sama dengan rumah pada umumnya, yang membedakannya dengan bangunan dari tempat lain adalah bangunan tersebut tidak berjendela. Lantai rumah juga terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Semuanya memang ada artinya. Rumah tanpa jendela mengandung filosofi, manusia harus mensyukuri karunia yang dimilikinya dan tidak perlu menengok apa yang dimiliki orang lain.

2. Arah Rumah

Bangunan rumah adat sasak mengarah ke arah timur dan barat yang menggambarkan kesepakatan dan persatuan yang terjalin di antara para penghuni rumah adat. Rumah adat sasak sade kulturnya dua arah menghadap ke barat dan timur maknanya adalah rumah yang mengadap ke timur menggambarkan kita sebagai manusia terlahir di dunia untuk bekerja dan berjuang mencari bekal menuju akherat. Adapun rumah yang menghadap ke barat menggambarkan bahwa hidup didunia ada akhirya yaitu “kematian” meninggalkan dunia. 

Selain itu yang menarik untuk di perhatikan dari rumah adat sasak yang ada di dusun Sade adalah pola pembangunannya. Apabila ada rumah adat yang menghadap arah lain maka tokoh adat dan mayarakat berhak merusak bangunan secara paksa karna membangun tidak sesaui dengan kesepakatan peninggalan dari nenek moyang. 

Baca Juga : Jamu Tradisional Suku Sasak Yang Wajib Anda Ketahui!

Proses pembangunan rumah adat ini dilakukan secara gotong royong dan kekeluargaan tanpa adanya upah dan bayaran bagi setiap orang yang ikut membantu membangun rumah adat tersebut. Pemilik rumah atau orang yang akan membangun rumah hanya menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan dalam proses pebangunan rumah adat itu sendiri seperti mempersiapkan kayu, bambu, pager, ilalang, getah pohon banten, getah pohon bajur, jerami, daun tapen dan lain-lain yang diperlukan untuk keperluan membangun rumah.

3. Waktu Pembangunan Rumah

Masyarakat sasak Sade, menggap rumah dalam dimensi yang sakral (suci) dan profan duniawi secara bersamaan. Makna rumah adat Sasak disamping sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga juga menjadi tempat dilaksanakannya ritual-ritual sakral yang merupakan manifestasi dari keyakinan kepada Tuhan, arwah papuk balok bale (nenek moyang penunggu rumah),

Masyarakat dusun Sade meyakini bahwa waktu yang baik untuk memulai membangun rumah adalah pada bulan ke tiga dan bulan kedua belas penanggalan sasak, yaitu bulan rabiul awal dan bulan Zulhijjah pada kalender Islam. Ada juga yang menentukan hari baik berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. 

Ilustrasi pembuatan rumah Sumber:https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Sedangkan bulan yang paling dihindari (pantangan) untuk membangun rumah adalah pada bulan Muharam dan Ramadan. Pada kedua bulan ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, seperti penyakit, kebakaran, sulit rizki dan sebagainya.

4. Atap Rumah

Salah satu bentuk dari bukti eksistensi kebudayaan suku sasak adalah bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah bukan sekedar tempat hunian yang multi fungsi, melainkan juga mempunyai nilai estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata ruangnya. Atap dan bubunganya terbuat dari ilalang, dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Semua rumah adat yang ada di dusun Sade dinamakan Bale Gunung Rate merupakan gabungan bentuk gunung dan rate.

Filosofi religius: Sebagai alam mikro/makrokosmos dimana rumah itu dijadikan sebagai aktifitas kerumah tanggaan. Atap rumah, gunung menunjukkan keagungan-alam ketuhanan/besar sedangkan Rate eksistensi manusia sebagai mahluk yang lemah dan memiliki kesamaan derajat atau drajat yang sama dihadapan sang pencipta.

5. Lantai Rumah

Secara geografis bahwa daerah Lombok bagian selatan pada umumnya memiliki konstruksi tanah hitam yang mudah retak pada musim panas. Sehubungan dengan itu, maka untuk mengepel lantai menggunakan kotoran sapi atau kerbau dan diperhalus dengan batu agar mengurangi retak pada lantai.

Lantai yang dipel dengan kotoran sapi atau kerbau menurut kepercayaan masyarakat merupakan apresiasi terhadap hewan ternak atau penghormatan terhadap hewan korban, baik sebagai hakikah, khitanan dan lain-lain. Dan mengandung pesan, manusia harus mampu bekerja keras tanpa banyak mengeluh.

Baca Juga : Mengenal Tradisi Kematian Suku Sasak

6. Tangga Rumah

Konstruksi rumah tradisional Sasak terkait pula dengan persefektif agama Islam. Anak tangga sebanyak tiga tingkat adalah simbol daur hidup manusia: lahir, berkembang dan mati sedangkan anak tangga yang berjumlah lima tingkat melambangkan rukun islam yang lima yaitu (membaca syahadat, shalat lima waktu sehari semalam, puasa pada bulan ramadan, membayar zakat dan naik haji bila mampu). 

7. Pintu Rumah

Bale gunung rate mempunyai tiga pintu yang memiliki ukuran 125 cm, panjang sekitar 70 cm dan lebar 10 cm. Bentuk lawang bale gunung rate adalah berbentuk lawang pelung. Lawang pelung adalah pintu yang menghubungkan antara bale luar dan bale dalem yang berbentuk bundar dan memiliki dua pegangan untuk membuka dan menutup pintu dengan cara didorong dan ditarik ke kanan dan ke kiri.

Pintu rumah adat sasak Sumber:https://www.guideku.com/

Ukuran pintu yang rendah tersebut dimaksudkan bahwa setiap keluar masuk rumah bagi pemilik rumah sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta, sedangkan bagi tamu, sebagai ungkapan salam dan hormat terhadap pemilik rumah. Bangunan rumah adat ini juga memiliki 3 pintu yang pendek atau rendah. Makna yang terkadung dari pintu yang rendah adalah tamu yang masuk harus menghormati pemilik rumah dengan cara menundukkan kepalanya.

8. Ruangan Dalem Bale

Ruangan baledalem (ruangan bagian dalam) dibagi lagi menjadi dua ruangan yaitu ruangan tempat tidur, ruangan persemayaman janazah dan, tempat melahirkan. Karena ruangan tempat persemayaman janazah dan ibu melahirkan tidak dipakai tiap hari maka untuk sementara waktu ruangan dipakai untuk menyimpan harta benda dan alat-alat pertanian. 

Ruangan bale dalem dilengkapi dengan amben, dapur dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tangga lainnya) terbuat dari bambu dengan ukuran 2x2 meter persegi atau bisa empat persegi panjang. Fungsi ruangan bale dalem atau ruang sakal yaitu tempat melahirkan, tempat sejata-senjata tradisional, tempat beras, dan tempat tafakur/berkhaluwat. Fungsi dalem bale adalah sebagai tempat tidur bagi kaum perempuan.

Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan sistem geser. Di antara bale luar dan bale dalem ada pintu dan tangga (tiga atau lima anak tangga) dan lantainya berupa campuran tanah dengan kotoran kerbau atau kuda, getah dan abu jerami.Tangga,digunakan sebagai penghubung antara bele luar dan bale dalem.

Itulah beberapa penjelasan mengenai nilai filosofi dari rumah sasak. Karena membangun rumah adat yang baik saat ini tidaklah mudah seperti halnya membuat rumah sasak. Untuk anda yang berada di jogja dan ingin membuat bangunan adat anda bisa mencari jasa kontraktor jogja. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat bagi anda. Selamat membaca dan terimakasih 

Posting Komentar untuk "Nilai Filosofi Rumah Sasak"