Selain
Bali, Lombok merupakan salah satu pulau yang sangat terkenal dengan wisatanya. Tak hanya pesona keindahan alamnya yang sangat luar biasa apik, tradisi adat Lombok juga sangat menarik untuk disimak dan disaksikan langsung. Apalagi, masyarakat Lombok terkenal sangat menjaga tradisi dan adatnya hingga saat ini.
Tradisi di Lombok sendiri sangat identik dengan tradisi dari Suku Sasak. Yang mana, keunikan budaya tersebut dapat ditemukan dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari ritual keagamaan, acara-acara adat, sampai rutinitas kehidupan sehari-hari yang memiliki nilai-nilai tertentu.
Bagi Anda yang penasaran, berikut beberapa tradisi adat Lombok yang unik dan masih dilestarikan hingga saat ini.
Mengulik Tradisi Adat Lombok. Lengkap Dengan Kebiasaan yang Sarat Makna
Selama ini, Pulau Lombok terkenal sebagai salah satu pulau yang sangat indah pantai dan pemandangannya. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadikan tempat sebagai salah satu destinasi wisata impian.
Namun ternyata, selain dari pesona alamnya tadi, tradisi adat Lombok juga tidak kalah unik dan menarik. Sehingga, sangat disayangkan jika Anda tidak sekaligus menguliknya jika sudah sampai di pulau ini. Langsung saja, berikut beberapa tradisi adat Lombok yang masih ada sampai saat ini.
1. Nyongkolan
 |
| Tradisi Nyongkolan atau araka-arakan, Sumber: radarlombok.co.id |
Tradisi pertama yang cukup unik adalah nyongkolan. Nyongkolan sendiri merupakan adat prosesi arak-arakan pengantin dari rumah laki-laki menuju rumah pengantin perempuan yang dilakukan oleh Suku Sasak.
Kedua pengantin yang diarak sudah didandani dengan pakaian adat Lombok dan diiringi selayaknya raja dan permaisuri. Arak-arakan ini juga biasanya diiringi dengan musik tradisional setempat seperti kecimol dan gendang beleq.
2. Bau Nyale
 |
| Bau nyale di Lombok, Sumber: id.wikipedia.org |
Dalam bahasa Sasak, bau memiliki arti menangkap sedangkan nyale berarti cacing laut. Artinya, tradisi Lombok satu ini adalah aktivitas menangkap cacing laut yang berwarna-warni pada hari-hari tertentu dan dilaksanakan bersama-sama. Bukan sekadar menangkap cacing laut, namun
tradisi bau nyale ini sebenarnya memiliki cerita legenda yang mendasarinya.
Diceritakan pada zaman dahulu ada seorang Putri Mandalika yang sangat cantik dan diperebutkan pangeran. Karena tak ingin menimbulkan kekacauan, akhirnya sang putri memutuskan untuk menceburkan diri ke laut, dan berpesan bahwa dirinya akan kembali dalam bentuk nyale.
3. Begawe
 |
| Tradisi Lombok begawe, Sumber: opsintb.com |
Salah satu tradisi adat Lombok yang juga masih sering ditemui hingga saat ini adalah begawe. Begawe sendiri merupakan tradisi bergotong-royong ketika akan melaksanakan sebuah hajatan atau pesta. Misalnya pada acara pesta pernikahan, aqiqah, khitanan atau bahkan kematian.
Para tetangga dan kerabat akan saling bekerjasama menyiapkan seluruh persiapan yang dibutuhkan, salah satunya adalah memasak jamuan dalam jumlah besar. Prosesi acaranya biasanya dimulai dari persiapan bersama, pembacaan doa hingga sampai pada acara inti.
4. Ngurisan atau Molang Malik
 |
| Ngurisan atau molang malik, Sumber: infopublik.id |
Sebagian dari Anda tentu sudah sering mendengar acara aqiqah anak.
Nah,
tradisi Ngurisan Lombok ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan acara aqiqah. Atau tepatnya, biasanya acara aqiqah masuk prosesi tradisi yang satu ini.
Inti dari tradisi ngurisan adalah mencukur rambut bayi pertama kali sejak dilahirkan. Namun, jika di Jawa biasanya cukur rambut bayi dilakukan pada saat usia mencapai 40 hari, tradisi ngurisan dilaksanakan pada saat bayi berusia di bawah 6 bulan sampai 1 tahun.
5. Nyunatang
 |
| Nyunatang atau sunatan, Sumber: lombokdispatch.id |
Benar, inti dari tradisi adat Lombok satu ini adalah sunatan atau khitan anak laki-laki. Namun, prosesi pada nyunatang bisa dikatakan cukup panjang jika dibandingkan dengan acara sunatan di tempat lain. Tradisinya dimulai dari menyilaq atau mengundang, arak-arakan yang meriah, pembacaan Pepaosan, hingga barulah sampai acara puncaknya.
6. Ngayu-Ayu
 |
| Tradisi adat Lombok ngayu-ayu, Sumber: bengkulu.antaranews.com |
Tradisi adat Lombok selanjutnya yang tidak kalah sakral adalah Ngayu-ayu. Ngayu-ayu merupakan prosesi yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang berlimpah, sekaligus menjadi waktu untuk meminta perlindungan terhadap segala bencana dan marabahaya.
Wilayah yang biasanya menggelar tradisi ini ada di Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Tradisi ngayu-ayu sendiri digelar setiap tiga tahun sekali, dan berlangsung selama dua hingga empat hari. Prosesi acaranya dimulai dengan pengambilan air sakral, penyembelihan kerbau, berdoa bersama hingga perang topat yang menjadi puncak acara.
7. Maulid Adat Bayan
 |
| Maulid adat bayan, Sumber: penakampus.com |
Maulid Adat Bayan merupakan salah satu tradisi adat Lombok yang paling sakral, karena menggabungkan kepercayaan Suku Sasak dan akulturasi budaya Islam. Tradisi ini biasanya dilangsungkan selama dua hari.
Di mana, rangkaian prosesi utamanya dimulai dari menyilaq, menutu, bisoq meniq, peresean, sampai puncak perayaannya yang disebut dengan Praja Mulud. Perayaan ini akan menggabungkan pelestarian sejarah, ritual spiritual, hingga pesta rakyat yang meriah.
8. Sorong Serah Aji Krame
 |
| Sorong serah aji krame, Sumber: khuddari-lombok.home.blog |
Tradisi adat Lombok selanjutnya yang tidak kalah sakral adalah Sorong Serah Aji Krame. Tradisi ini sendiri merupakan pengumuman resmi yang dilakukan secara adat untuk menyatakan bahwa sebuah pernikahan sudah sah dilaksanakan.
Dalam hukum adat Sasak, sorong serah aji krame merupakan syarat mutlak yang akan menentukan sahnya sebuah perkawinan. Di mana pada salah satu prosesinya dinamakan pembayun, yakni juru bicara adat dari masing-masing pihak pengantin akan berdialog dengan bahasa dan tata krama yang sangat tinggi.
Nah, itulah beberapa tradisi adat Lombok yang masih sangat dijaga dan menarik yang bisa Anda temui ketika berkunjung ke sini. Setiap tradisi dan adat tadi tentu memiliki makna dan dasarnya sendiri, maka sebagai masyarakat yang baik Anda harus bisa menghargai dan melestarikannya.
Tak hanya itu saja, tradisi tadi juga merupakan salah satu bukti nyata kayanya bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat.
Posting Komentar untuk "8 Tradisi Adat Lombok yang Menjadi Daya Tarik Budaya"